Berita Populer Padang: Tradisi Serak Gulo hingga Kebakaran Toko Grosir di Simpang Haru

Erlita Irmania
0
Berita Populer Padang: Tradisi Serak Gulo hingga Kebakaran Toko Grosir di Simpang Haru

Tradisi Serak Gulo: Berbagi Gula Pasir sebagai Bentuk Kebersamaan

Di tengah kota Padang, Sumatera Barat, masyarakat Muslim keturunan India memiliki tradisi unik yang dikenal dengan nama "Serak Gulo". Tradisi ini akan digelar di Masjid Muhammadan Pasar Batipuh, Kelurahan Pasar Gadang, Padang Selatan, pada Sabtu (22/11/2025). Proses persiapan untuk kegiatan ini telah dimulai sejak awal pekan, dengan banyak keluarga yang menyisihkan sedikit rezeki mereka untuk berpartisipasi dalam tradisi berbagi gula pasir ini.

Fardillah Yunus (47) dan kakaknya Nurjahan Yunus (56) adalah salah satu dari banyak keluarga yang terlibat dalam proses pembungkusan gula. Mereka sibuk mengisi dan mengikat gula pasir dalam kain perca warna-warni yang sudah mereka jahit sejak pekan lalu. Gula yang mereka bungkus merupakan pesanan dari keluarga-keluarga keturunan India yang menyebar hampir di seluruh Indonesia.

"Kalau ini titipan dari saudara yang ada di Kota Padang, Solok, Tambilahan, Pekanbaru, Sungai Penuh. Ini jumlahnya masih sedikit, biasanya saudara dari Aceh, Medan, Bandung, Surabaya dan lainnya juga ikut," ujar Fardillah. Meski jumlah gula yang diterima saat ini hanya sekitar 200 kilo, ia memperkirakan bahwa jumlah tersebut akan bertambah menjelang hari pelaksanaan tradisi Serak Gulo, mencapai total 400 kilo.

Selain keluarga keturunan India, masyarakat etnis lain seperti Minangkabau dan Tionghoa juga ikut serta dalam tradisi ini. Bahkan, anak-anak dan remaja turut menyisihkan rezeki mereka untuk berpartisipasi dalam kegiatan ini. Proses pembungkusan gula ini dilakukan oleh laki-laki karena ada syarat tertentu, yaitu harus bersih dan suci. Perempuan yang sedang halangan tidak boleh melakukan pembungkusan ini.

Proses pembungkusan gula ini berlangsung hingga hari puncak, jelang karung-karung gula diangkat ke atas atap masjid untuk dibagikan. Dalam beberapa tahun terakhir, tradisi ini menjadi agenda pariwisata yang menarik ribuan masyarakat dan wisatawan.

Petugas Damkar Padang Evakuasi Ular Kobra di Sekolah

Pada Jumat (14/11/2025) dini hari, petugas Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Padang kembali mengevakuasi seekor ular jenis kobra dari dalam ruangan sekolah. Ular kobra ini dilaporkan masuk ke dalam salah satu ruang kelas di Sekolah Menengah Atas (SMA) yang berlokasi di Kelurahan Batipuh Panjang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang.

Laporan pertama diterima pada pukul 01.22 WIB dari seorang pelajar yang melihat ular masuk ke dalam ruangan kelas. Petugas Damkar segera bergerak dan tiba di lokasi pada pukul 01.29 WIB. Dengan jarak tempuh sekitar 2,5 kilometer, proses penanganan berlangsung cepat dan selesai pada pukul 01.36 WIB.

Petugas menggunakan tongkat penjepit untuk menangkap ular kobra tersebut dan langsung dimasukkan ke dalam karung. Dalam operasi ini, satu unit armada dengan enam personel dari Pos 3 Koto Tangah dikerahkan. Ular berhasil dievakuasi dengan aman tanpa menimbulkan kerusakan maupun korban.

Sebelumnya, petugas Damkar juga melakukan penyelamatan hewan pada Kamis (14/11/2025), ketika seekor ular jenis piton ditemukan di teras sebuah rumah warga di kawasan Jalan Villa Gading Permai, Sungai Sapih, Kecamatan Kuranji, Kota Padang.

Kebakaran di Toko Grosir di Simpang Haru, Damkar Gerak Cepat Padamkan Api

Kebakaran melanda sebuah toko grosir dan eceran di kawasan Simpang Haru, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang, Sumatera Barat, pada Kamis (13/11/2025) malam. Peristiwa ini terjadi saat sebagian besar warga sedang beristirahat, sehingga membuat area pertokoan setempat sempat panik karena api berpotensi merembet ke bangunan lain.

Kepala Bidang Operasi dan Sarana Prasarana Damkar Kota Padang, Rinaldi, mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran pada pukul 23.48 WIB. Petugas langsung bergerak dan tiba di lokasi sekitar pukul 23.55 WIB. Api bisa dipadamkan dalam waktu kurang lebih 20 menit.

Menurut Rinaldi, kebakaran terjadi pada satu unit toko grosir dengan luas area terbakar sekitar 3x4 meter. Api pertama kali diketahui oleh saksi yang melihat asap dan kobaran api dari dalam toko. Empat unit armada dengan total 40 personel dikerahkan karena lokasi kejadian berada di area pertokoan padat masyarakat.

Cepatnya penanganan Damkar berhasil mencegah kebakaran meluas ke 10 petak bangunan yang berada di sisi kanan dan kiri toko tersebut. Nilai aset yang berhasil diselamatkan diperkirakan mencapai Rp500 juta. Tidak ada korban luka maupun korban jiwa dalam insiden ini. Untuk penyebab kebakaran, Rinaldi menyebutkan masih dalam penyelidikan.

Banyak unsur yang turut membantu proses pemadaman dan pengamanan area, mulai dari Polri, TNI, Dubalang, Satpol PP, PLN hingga PMI, mengingat lokasi berada di pertokoan padat dan ramai masyarakat.



Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)
3/related/default