Kebaikan Palsu: Kakek Ungkap Hubungan Kelam Alvaro dan Ayah Tiri Pembunuhnya

Erlita Irmania
0

Kebaikan Ayah Tiri Berkedok Kejahatan: Tragedi Hilangnya Alvaro Kiano Nugroho

Kabar mengejutkan datang dari Pesanggrahan, Jakarta Selatan, mengenai kasus hilangnya bocah berusia 6 tahun, Alvaro Kiano Nugroho. Setelah delapan bulan menghilang tanpa jejak, jasad Alvaro akhirnya ditemukan dalam kondisi memprihatinkan di kawasan Tenjo, Bogor. Yang lebih menggemparkan, pelaku di balik kejahatan keji ini ternyata adalah AI, ayah tiri Alvaro sendiri. Kebaikan dan kepedulian yang selama ini ditunjukkan AI kepada keluarga, terutama kepada kakek Alvaro, Tugimin, ternyata hanyalah sebuah kedok untuk menutupi perbuatannya yang mengerikan.

Hubungan yang Tampak Harmonis

Menurut penuturan Tugimin, kakek Alvaro, hubungan antara cucunya dan ayah tirinya, AI, terlihat baik-baik saja. AI kerap kali datang di akhir pekan untuk mengajak Alvaro berjalan-jalan atau membelikan makanan kesukaannya. Momen-momen kebersamaan ini menciptakan persepsi positif di mata keluarga, termasuk Tugimin. "Saya itu enggak sangka, ternyata kebaikan dia itu hanya ibaratnya ya buat kedok saja," ujar Tugimin dengan nada pilu saat ditemui di lokasi penemuan jenazah, Minggu (23/11/2025).

Tugimin juga menceritakan bahwa terkadang AI dan istrinya, Arumi (ibu Alvaro), berselisih paham. Perselisihan ini biasanya dipicu oleh AI yang kesal karena Arumi tidak segera mengangkat teleponnya. AI bahkan pernah meminta bantuan Tugimin untuk membujuk Arumi agar mau menjawab panggilannya. Namun, Arumi sering merasa terganggu karena AI terus-menerus menelepon berulang kali, terutama saat ia sedang bekerja. "Jadi, kalau nelpon itu enggak cukup hanya sekali, kadang-kadang jarak beberapa menit, sering ditelepon. Jadi, mungkin si Arum itu ya, merasa kesal lah, namanya lagi kerja diganggu," jelas Tugimin.

Aksi Pura-pura yang Menipu

Yang membuat tragedi ini semakin pilu adalah bagaimana AI berakting seolah-olah menjadi sosok yang sangat peduli dan aktif membantu dalam pencarian Alvaro. Selama delapan bulan proses pencarian yang melelahkan, AI kerap kali muncul sebagai pilar dukungan bagi keluarga. Ia bahkan ikut menemani Tugimin mencari Alvaro hingga ke wilayah Bogor, menelusuri setiap informasi yang didapat.

"Bapak tirinya itu juga ikut membantu mencari. Misalkan, ‘Pak, saya mau ke daerah Bogor, katanya ada informasi ke Bogor, suruh nelusurin Jalan Raya Bogor sampai terminal sampai Stasiun,’ nah itu nyari berdua sampai malam baru pulang," kenang Tugimin. Aksi pura-pura ini dilakukan AI berulang kali, semakin memperdalam rasa percaya keluarga yang kini berujung pada pengkhianatan mendalam.

Tugimin menambahkan bahwa AI berkali-kali diperiksa oleh pihak kepolisian. Namun, di setiap pemeriksaan, AI selalu berhasil berkelit dan menyembunyikan fakta sebenarnya mengenai kondisi Alvaro.

Titik Terang dan Penangkapan Tersangka

Titik terang dalam kasus ini baru muncul setelah polisi berhasil mengidentifikasi dan menetapkan satu orang sebagai tersangka. Tersangka tersebut tak lain adalah AI alias Alex Iskandar, ayah tiri korban. Setelah menjalani interogasi intensif, AI akhirnya mengakui perbuatannya dan menunjukkan lokasi di mana jasad Alvaro ditemukan.

Penyidik kemudian diarahkan ke kawasan Tenjo, Bogor, dan di sanalah jasad Alvaro ditemukan dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Tugimin mengaku sempat merasakan kecurigaan ketika ia mengantarkan dokumen tambahan untuk keperluan penyelidikan di Mapolres Jakarta Selatan. Ia mendengar bisikan para penyidik yang mengindikasikan bahwa pelaku penculikan cucunya berada di kantor polisi tersebut.

Meskipun ia sempat menanyakan hal ini kepada penyidik, ia belum mendapatkan jawaban pasti yang mengarah pada AI sebagai pelaku. "Saya curiga ada omongannya menjurus ke pelaku itu tadi, ada omongan ‘Oh dia belum tahu,’ terus langsung diem. Pas saya mau pulang, saya salaman dengan penyidik, ‘Pak memang pelaku ada di sini?’ ‘udah’ begitu aja, terus saya pulang,” ungkap Tugimin.

Saat ini, AI telah diamankan oleh pihak kepolisian sebagai tersangka. Penyidik masih terus mendalami motif di balik kejahatan ini, kronologi lengkap penculikan, serta penyebab pasti tewasnya bocah malang tersebut. Kapolsek Pesanggrahan, AKP Seala Syah Alam, membenarkan bahwa ayah tiri Alvaro adalah pelaku dalam kasus penculikan yang berujung pada kematian ini.

Kronologi Hilangnya Alvaro Kiano Nugroho

Alvaro Kiano Nugroho, yang saat itu berusia 6 tahun, dilaporkan hilang sejak Kamis, 6 Maret 2025. Ia diduga diculik di kawasan Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Selama delapan bulan terakhir, ibunda Alvaro, Arumi, tak henti-hentinya berjuang mencari keberadaan putranya.

Keluarga Alvaro telah lama bercerai. Ayah kandung Alvaro saat ini sedang menjalani hukuman penjara terkait kasus narkoba di Lapas Cipinang. Sementara itu, ibunda Alvaro telah menikah lagi.

Menurut Tugimin, kakek Alvaro, hilangnya Alvaro berawal dari kedatangan seorang pria yang mengaku sebagai ayah dari Alvaro ke masjid tempat Alvaro sedang menunaikan ibadah salat. Informasi mengenai kedatangan pria tersebut baru diketahui Tugimin dari marbut Masjid Jami Al Muflihun tiga hari setelah Alvaro dinyatakan hilang. "Itu ada orang datang, ditanya sama marbut, 'Pak, cari siapa?' 'Cari anak saya. Alvaro katanya kalau shalat di masjid sini.' 'Itu ada anaknya di atas.' Kata marbut begitu," ujar Tugimin pada Minggu (27/4/2025). Namun, marbot masjid tidak dapat memastikan wajah pria yang mengaku sebagai ayah Alvaro tersebut.

Setelah selesai berbuka puasa dan melaksanakan salat Maghrib, Alvaro tak kunjung pulang. Awalnya, Tugimin tidak merasa curiga karena Alvaro memang sering bermain sepak bola bersama teman-temannya di malam hari. Namun, kekhawatiran mulai muncul ketika Alvaro belum juga pulang pada pukul 21.30 WIB.

Tugimin, seorang pensiunan petugas pemadam kebakaran, segera mendatangi lokasi terakhir Alvaro terlihat dan menghubungi teman-teman bermain cucunya. Sayangnya, upayanya belum membuahkan hasil. Keterbatasan informasi juga datang dari rusaknya kamera CCTV di lokasi kejadian, sehingga tidak memungkinkan untuk melihat rekaman terakhir Alvaro. "Kami tidak bisa melihat melalui CCTV," ujar Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Murdoch pada Minggu (27/4/2025).

Pihak kepolisian telah mengumpulkan bukti-bukti berupa keterangan saksi dari keluarga dan pengurus masjid, serta berencana meminta keterangan dari ayah kandung Alvaro. Karena kepanikan, Tugimin melaporkan kejadian ini ke Polsek Pesanggrahan. Laporan tersebut kemudian teregistrasi dengan nomor LP/1186/B/III/2025/PMJ/Res Jaksel.

Melalui berbagai kanal, termasuk akun pribadi dan instansi Polsek Pesanggrahan, poster orang hilang untuk Alvaro terus disebarkan. Berbagai petunjuk diterima dari warganet, namun belum ada yang mengarah pada titik terang. "Berbagai informasi yang masuk dari keterangan saksi, sekolah, keluarga, dan melalui DM Instagram, HP aduan Kapolsek selalu kami dalami tetapi belum membuahkan hasil," tutur pihak kepolisian.

Bahkan, pencarian Alvaro sempat diperluas hingga ke Cilegon, Banten, dan Batam, Kepulauan Riau, setelah menerima petunjuk dari warga. Pihak kepolisian telah mendatangi lokasi-lokasi tersebut, namun jejak Alvaro belum juga ditemukan. "Setiap informasi masuk, kami pasti dalami tapi belum membuahkan hasil. Dari informasi di Batam, Kepri, Cilegon, Banten, sudah kami datangi," kata Kapolsek Pesanggrahan, AKP Seala Syah Alam.

Kasus ini menjadi pengingat yang menyakitkan tentang bagaimana kejahatan bisa bersembunyi di balik wajah yang paling dipercaya. Keluarga Alvaro kini berduka atas kehilangan yang sangat dalam, sementara aparat penegak hukum terus bekerja untuk mengungkap seluruh detail kejahatan ini.

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)
3/related/default