Renungan Katolik Jumat 28 November 2025: Langit dan Bumi akan Berlalu

Erlita Irmania
0
Renungan Katolik Jumat 28 November 2025: Langit dan Bumi akan Berlalu

Renungan Katolik Hari Ini: Langit dan Bumi Akan Berlalu

Pada hari Jumat 28 November 2025, umat Katolik diingatkan untuk merenungkan tema "Langit dan Bumi Akan Berlalu" dalam renungan harian mereka. Tema ini mengingatkan kita bahwa dunia yang kita kenal saat ini tidak akan selamanya ada, dan semua yang fana akan sirna. Renungan ini dipersembahkan oleh Pastor John Lewar, SVD, dan merupakan bagian dari perayaan hari Jumat Biasa XXXIV, yang juga merayakan Santa Katarina Laboure Perawan dengan warna liturgi hijau.

Bacaan Liturgi

Bacaan pertama hari ini berasal dari Kitab Daniel (7:2-14), yang menggambarkan penglihatan Daniel tentang empat binatang besar yang naik dari laut, masing-masing memiliki makna yang berbeda. Di akhir penglihatannya, ia melihat seseorang seperti Anak Manusia datang bersama awan-awan dari langit, yang kemudian diberikan kekuasaan dan kemuliaan sebagai raja.

Mazmur Tanggapan (Daniel 3:75-81) mengajak kita untuk memuji Tuhan dan menghormati-Nya selama-lamanya. Bait Pengantar Injil (Lukas 21:28) menyampaikan pesan untuk "mengangkat kepala" karena penyelamat kita sudah dekat. Bacaan Injil (Lukas 21:29-33) memberikan perumpamaan tentang pohon ara, yang mengingatkan kita bahwa ketika kita melihat tanda-tanda tertentu, kita harus sadar bahwa Kerajaan Allah sudah dekat.

Renungan Harian

Dalam renungan hari ini, Yesus mengingatkan kita bahwa langit dan bumi akan berlalu. Kuasa-kuasa langit akan bergoncangan, dan segala sesuatu yang terjadi di bumi akan membuat orang mati ketakutan karena cemas. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya iman kita kepada sabda Yesus, yang tidak akan berlalu.

Saat ini, banyak orang tengah berupaya untuk mengurangi dampak buruk aktivitas manusia terhadap lingkungan. Daur ulang sampah, penggunaan energi nonfosil, dan teknologi pengolahan limbah adalah beberapa upaya yang dilakukan. Namun, pertanyaannya adalah, sampai kapan bumi mampu menampung manusia dan kehidupannya? Tahukah kita bahwa usia bumi ini terbatas, walau jauh lebih lama daripada usia manusia?

Yesus memberitahu kita bahwa langit dan bumi akan berlalu; bahwa semua yang fana akan sirna. Semua akan sirna tak tersisa. Dunia seperti yang kita kenal sekarang akan berlalu, kata Rasul Paulus. Lantas apa yang masih bertahan? Sabda Yesus itu tetap, kekal dan abadi, berlaku untuk selama-lamanya.

Para penginjil Sinoptik lain, Matius dan Markus, juga mencatat bahwa perkataan Yesus tidak akan berlalu. Rasul Petrus sadar betul akan hal ini. Sebab itu, ketika banyak orang mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Yesus, Dia bertanya kepada kedua belas murid-Nya, Apakah kamu tidak mau pergi juga?

Perkataan Yesus, Sang Guru, adalah perkataan hidup yang kekal. Oleh karena itu, yang kekal, yang abadi, yang tidak akan berlalu, itulah yang mesti kita kejar, upayakan dan hidupi. Mengapa? Karena sekalipun dunia seperti yang kita kenal sekarang akan berlalu, kita hidup dalam iman akan Yesus dan sabda-Nya, sehingga kita tidak ikut binasa melainkan beroleh hidup yang kekal.

Rasul Paulus juga menasihati kita, Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaan-Nya di antara kamu. Perkataan Kristus yang diam di antara kita, bahkan di dalam hidup kita, akan menerangi dan membentuk kita menjadi pribadi-pribadi yang menyatu di dalam Dia. Jika kita yang telah percaya kepada Yesus selalu menyatu di dalam Dia, yang sabda-Nya tidak akan berlalu, maka kita tidak akan dibuang.

Gambaran pohon ara menjelaskan keadaan para murid Kristus. Seperti pohon ara, Umat Kristiani harus menempuh ganasnya “musim dingin” sebelum melihat “musim panas”. Selama perjalanan hidup ini kita harus menderita lebih dulu sebelum mengalami kejayaan Kerajaan Allah di akhir waktu. Namun, iman dan harapan akan hidup mulia bersama Kristus di masa depan memberi kekuatan bukan hanya bagi Gereja Perdana tetapi juga bagi semua murid Kristus di setiap zaman.

Setiap kali kita menghadapi kesulitan dengan iman yang teguh, saat itulah Kerajaan Allah datang di tengah situasi hidup kita.

Doa

Ya Yesus Tuhan, semoga pengharapan akan hidup mulia bersama-Mu di masa depan menguatkan aku dalam menghadapi setiap kesulitan. Semoga aku selalu melihat tanda-tanda kehadiran-Mu dalam setiap situasi, agar aku selalu berada di dekat-Mu sampai akhir hidupku. Amin.

Sahabatku yang terkasih, Selamat Hari Jumat. Salam doa dan berkatku untukmu dan keluarga di mana saja berada: Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus....Amin.

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)
3/related/default