Kekecewaan Ibu di NTT Setelah Anaknya Menang Lomba Karate
Sebuah video yang menunjukkan kekecewaan seorang ibu di Nusa Tenggara Timur (NTT) akhir-akhir ini viral di media sosial. Video tersebut memperlihatkan perasaan heran dan kecewa dari ibu tersebut setelah anaknya hanya menerima hadiah Rp 300 ribu meskipun diumumkan akan mendapatkan uang sebesar Rp 2 juta sebagai juara pertama lomba karate.
Video tersebut telah ditonton lebih dari 5,5 juta kali dan menjadi topik perbincangan netizen. Ibu tersebut berasal dari Kupang, NTT, dan mengungkapkan keheranannya melihat nasib sang anak. Dalam video tersebut, ia menyampaikan bahwa anaknya berhasil meraih juara pertama dalam cabang olahraga karate, namun hadiah yang diterima tidak sesuai dengan janji awal.
Pemerintah Provinsi NTT akhirnya memberikan klarifikasi terkait kasus ini. Frederick Koenunu, Ketua Panitia Pameran dan Kepala Dinas Kominfo NTT, menjelaskan bahwa pembayaran hadiah dilakukan bertahap sesuai mekanisme anggaran pemerintah. Dana hadiah untuk juara pertama disalurkan melalui Dispora NTT, kemudian diteruskan ke FORKI NTT, dan selanjutnya diberikan kepada atlet yang bersangkutan.
Karel Muskanan, Sekretaris Dispora NTT, juga menyampaikan fakta bahwa uang hadiah tidak sepenuhnya diterima oleh atlet juara karena dibagi kepada atlet lain. Pembagian dilakukan atas dasar solidaritas dan kebersamaan. Hal ini disebut sebagai bagian dari nilai kebersamaan dalam pembinaan olahraga karate. Pembagian tersebut diketahui sudah disepakati oleh atlet juara.

Kasus ini dianggap selesai setelah adanya kesepakatan antara pihak terkait. Dispora NTT menyatakan bahwa masalah telah diselesaikan bersama orang tua atlet, pelatih, serta FORKI NTT. Tidak ada lagi sengketa yang berjalan sampai saat ini. Video keluhan kini sudah tak lagi terlihat setelah dilakukan pertemuan dan penjelasan.
Kasus Serupa di Sekolah SD
Tidak hanya di NTT, kasus serupa juga terjadi di sekolah SD di Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau. Seorang siswa SD bernama JS (10 tahun) dikeluarkan dari sekolah setelah orangtuanya protes terhadap pemotongan hadiah lomba. JS mengikuti lomba pidato berbahasa Melayu di tingkat provinsi di Batam tanpa difasilitasi pihak sekolah.
JS mendapat hadiah juara satu sebesar Rp 4 juta, tetapi hanya menerima Rp 1,9 juta setelah dipotong oleh pihak sekolah. Orangtua JS mengungkapkan bahwa mereka memilih untuk menyerahkan uang lomba terlebih dahulu kepada pihak sekolah untuk menjaga adat. Namun, kepala sekolah memotong 50 persen dari jumlah hadiah tersebut.

Menurut informasi yang beredar, JS kerap mengikuti lomba dan mendapatkan juara. Diungkapkan oleh orangtua JS, sebelumnya tidak ada pemotongan dari pihak sekolah. Akan tetapi, semenjak kepala sekolah yang baru, hadiah lomba mulai dipotong.
Wanita China Menang Rp 22 Juta karena Tidak Main Ponsel
Di negara lain, seorang wanita China menang Rp 22 juta karena tidak menggunakan ponsel selama 8 jam. Kompetisi ini diadakan di sebuah pusat perbelanjaan di Chongqing pada 29 November 2024. Peserta harus menghabiskan waktu di tempat tidur tanpa ponsel dan perangkat elektronik lainnya.
Wanita bernama Dong, yang bekerja sebagai manajer penjualan, dinyatakan sebagai juara dengan skor komprehensif 88,99 dari 100. Dia menghabiskan waktu paling lama di tempat tidur tanpa tidur nyenyak dan menunjukkan tingkat kecemasan terendah. Kompetisi ini bertujuan untuk mempromosikan pengurangan waktu layar dan penggunaan perangkat elektronik yang lebih terbatas.
Berita Viral Lainnya
Masih banyak berita viral yang menarik perhatian netizen. Mulai dari kasus-kasus unik hingga prestasi luar biasa yang mencuri perhatian publik. Setiap hari, banyak cerita menarik yang muncul dan menjadi topik diskusi di media sosial.