Apakah Rahim Terbalik Mengganggu Kesuburan dan Kehamilan?

Erlita Irmania
0

Apa Itu Rahim Terbalik dan Apakah Memengaruhi Kesuburan?

Rahim retroverted atau rahim terbalik adalah kondisi di mana rahim miring ke arah belakang, alih-alih berdiri tegak menghadap ke depan. Kondisi ini merupakan salah satu bentuk dari rahim miring. Banyak perempuan dengan rahim terbalik tidak mengalami gejala apa pun, sehingga mereka mungkin tidak menyadari kondisinya. Namun, beberapa gejala yang umum antara lain:

  • Rasa sakit di vagina atau punggung bawah saat berhubungan seksual
  • Nyeri saat haid
  • Kesulitan memasukkan tampon
  • Peningkatan frekuensi buang air kecil atau perasaan tekanan di kandung kemih
  • Infeksi saluran kemih
  • Inkontinensia ringan
  • Tonjolan perut bagian bawah

Penyebab Rahim Terbalik

Rahim terbalik bisa disebabkan oleh berbagai faktor. Beberapa penyebab utama meliputi:

  • Genetika: Sebagian besar perempuan memiliki rahim terbalik sejak lahir atau berkembang saat dewasa.
  • Jaringan parut panggul atau perlengketan: Ini bisa disebabkan oleh endometriosis, fibroid, penyakit radang panggul (PID), riwayat operasi panggul, atau riwayat kehamilan sebelumnya.
  • Endometriosis: Jaringan parut atau perlengketan endometrium dapat menyebabkan rahim menempel pada posisi terbelakang.
  • Fibroid: Fibroid rahim dapat menyebabkan rahim menjadi macet, cacat, atau miring ke belakang.
  • Penyakit radang panggul (PID): Jika tidak diobati, PID dapat menyebabkan jaringan parut.
  • Riwayat operasi panggul: Operasi panggul juga dapat menyebabkan jaringan parut.
  • Riwayat kehamilan sebelumnya: Ligamen yang menahan rahim bisa menjadi terlalu meregang selama kehamilan dan tetap seperti itu, sehingga rahim mengarah ke belakang.

Apakah Rahim Terbalik Memengaruhi Kesuburan dan Peluang Hamil?

Secara umum, rahim terbalik tidak memengaruhi kemampuan perempuan untuk hamil. Namun, kondisi ini sering dikaitkan dengan diagnosis lain yang dapat memengaruhi kesuburan, seperti:

  • Endometriosis
  • Penyakit radang panggul (PID)
  • Fibroid

Endometriosis dan fibroid seringkali dapat diobati atau diperbaiki melalui prosedur bedah kecil. Ketika didiagnosis lebih awal, penyakit radang panggul biasanya dapat diobati dengan antibiotik.

Rahim Terbalik dan Kehamilan

Jika Mama hamil dengan kondisi rahim terbalik, berita baiknya adalah bahwa kondisi ini biasanya tidak memengaruhi kelangsungan kehamilan. Namun, ada beberapa ketidaknyamanan yang mungkin terjadi:

  • Rahim terbalik dapat membuat lebih banyak tekanan pada kandung kemih selama trimester pertama, menyebabkan inkontinensia atau kesulitan buang air kecil.
  • Rahim mungkin lebih sulit dilihat melalui USG sampai mulai membesar dengan kehamilan. Dokter mungkin perlu menggunakan USG transvaginal selama trimester pertama untuk melihat perkembangan kehamilan.
  • Rahim akan mengembang dan lurus menjelang akhir trimester pertama, biasanya antara minggu 10 dan 12. Hal ini akan menyebabkan rahim terangkat keluar dari panggul dan tidak lagi mengarah ke belakang.

Diagnosa dan Perawatan

Dokter dapat mendiagnosis rahim terbalik selama pemeriksaan panggul rutin. Jika Mama memiliki gejala yang mengkhawatirkan, jangan ragu untuk berdiskusi dengan dokter. Mama mungkin pertama kali didiagnosis dengan rahim terbalik saat hamil, karena dokter juga bisa mendiagnosisnya dari USG.

Latihan untuk Rahim Terbalik

Terkadang dokter mungkin dapat memanipulasi rahim secara manual dan menempatkannya dalam posisi tegak. Jika itu masalahnya, beberapa jenis latihan yang dirancang untuk memperkuat ligamen dan tendon yang menahan rahim dalam posisi tegak mungkin bermanfaat. Contohnya:

  • Peregangan lutut-ke-dada: Berbaring telentang dengan kedua lutut ditekuk dan kaki di lantai. Perlahan angkat satu lutut ke dada, tarik perlahan dengan kedua tangan. Tahan posisi ini selama 20 detik, lepaskan, dan ulangi dengan kaki lainnya.
  • Kontraksi panggul: Latihan-latihan ini berfungsi untuk memperkuat otot-otot dasar panggul. Berbaring telentang dengan tangan di sisi tubuh dalam posisi santai. Tarik napas saat Mama mengangkat bokong dari tanah. Tahan dan lepaskan saat Mama mengeluarkan napas. Ulangi 10-15 kali.

Namun, ini tidak akan berfungsi jika rahim macet di tempatnya karena jaringan parut atau perlengketan.

Perangkat Pessarium

Pessarium terbuat dari silikon atau plastik. Mereka adalah perangkat kecil yang dapat dimasukkan ke dalam vagina untuk menopang rahim ke posisi tegak. Pessarium dapat digunakan baik secara sementara atau permanen. Namun jika digunakan dalam jangka panjang, ini dapat menyebabkan infeksi.

Teknik Bedah

Dalam beberapa kasus, pembedahan mungkin diperlukan untuk memosisikan ulang rahim, dan untuk mengurangi atau menghilangkan rasa sakit. Ada beberapa jenis prosedur yang berbeda, termasuk:

  • Prosedur suspensi uterus: Jenis operasi ini dapat dilakukan secara laparoskopi, pervaginam, atau perut.
  • Prosedur pengangkatan: Ini adalah prosedur laparoskopi yang membutuhkan waktu sekitar 10 menit untuk dilakukan.

FAQ Rahim Terbalik Memengaruhi Kesuburan dan Promil

Question: Apakah rahim terbalik (retroverted uterus) bisa mengganggu kesuburan?
Answer: Umumnya tidak. Menurut Popmama, memiliki rahim yang terbalik biasanya tidak memengaruhi kemampuan untuk hamil. Namun, dalam beberapa kasus, kondisi ini bisa dikaitkan dengan masalah lain seperti endometriosis, penyakit radang panggul (PID), atau miom, yang memang bisa mengganggu kesuburan.

Question: Jika hamil dengan rahim terbalik, apakah ada risiko atau efek samping selama kehamilan?
Answer: Ya, beberapa potensi efek bisa terjadi, terutama di trimester pertama: rahim yang terbalik dapat memberi tekanan lebih pada kandung kemih, yang bisa menyebabkan inkontinensia (sulit menahan kencing) atau kesulitan buang air kecil. Dokter juga mungkin kesulitan melihat rahim lewat USG biasa, sehingga bisa jadi menggunakan USG transvaginal. Selain itu, kalau rahim “terkunci” ke belakang karena adhesi (jaringan parut), ada risiko keguguran, meski hal ini sangat jarang (“incarcerated uterus”).

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)
3/related/default