Renungan Harian Katolik: Teks Ibadah Sabda Pemberkatan Adven Lengkap

Erlita Irmania
0
Renungan Harian Katolik: Teks Ibadah Sabda Pemberkatan Adven Lengkap

Ringkasan Berita

Mari simak teks ibadah sabda pemberkatan karangan adven. Teks ibadah sabda lengkap renungan harian Katolik. Teks ibadah sabda disusun oleh P. Petrus Cristologus Dhogo, SVD. Ikuti ibadah sabda pemberkatan karangan adven dengan penuh iman.

Beberapa Keterangan

  1. Ibadah ini dapat dilakukan pada Sabtu sore atau Sabtu malam menjelang hari Minggu I Adven.
  2. Beberapa perlengkapan yang diperlukan adalah Karangan Adven, yakni rangkaian daun cemara (atau daun hijau lainnya) dalam bentuk lingkaran. Selain itu, perlu disiapkan juga empat batang lilin (tiga berwarna ungu dan satu berwarna merah) yang diletakkan di samping altar.
  3. Sebelum ibadah, Karangan Adven diletakkan di samping kanan altar dengan tempat untuk 3 lilin berwarna ungu dan satu lilin berwarna merah. Tiang penopang dan tempat Karangan Adven itu hendaknya dibuat sedikit lebih tinggi dari altar (seperti lilin Paskah).
  4. Penyalaan lilin dalam Karangan Adven dilakukan berlawanan dengan arah jarum jam.
  5. Satu lilin (berwarna ungu) dinyalakan langsung sesudah pemberkatan pada upacara ini.
  6. Pada Minggu atau Pekan II Adven, lilin pertama itu dinyalakan sejak awal ibadat. Sesudah Injil, pemimpin ibadat menyalakan lilin kedua (warna ungu).
  7. Pada Minggu atau Pekan III Adven, kedua lilin tersebut dinyalakan sejak awal ibadat. Sesudah Injil, dinyalakan lilin ketiga (warna merah muda).
  8. Pada Minggu atau Pekan IV Adven, ketiga lilin tersebut dinyalakan sejak awal ibadat. Sesudah Injil, dinyalakan lilin keempat (warna ungu).
  9. Pada meja perayaan disiapkan lilin bernyala yang mengapiti salib. Untuk bacaan, siapkan Alkitab. Untuk nyanyian, bisa siapkan buku nyanyian. Siapkan juga air berkat di dekat Karangan Adven.

Ketika memulai, Pemimpin (P) berkata, “Penolong kita ialah Tuhan”, dan yang lain menyahut, “Yang menjadikan langit dan bumi”. Kemudian dinyanyikan lagu pembuka untuk masa Adven.

Lagu Pembuka

[Bisa memakai salah satu lagu Adven]

Antifon Pembuka

[Sesudah berada di altar, Pemimpin menyebutkan antifon berikut ini.] Malam sudah hampir lewat. Sebentar lagi fajar akan tiba. Hai kaum keturunan Yakub, mari kita berjalan dalam terang Tuhan.

Tanda Salib dan Salam

P : Dalam Nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus
U : Amin
P : Semoga Tuhan memandang dan memperhatikan kita, menunjukkan kerelaan hati-Nya dan memberikan damai sejahtera kepada kita
U : Sekarang dan selama-lamanya

Kata Pengantar

[Pemimpin dapat membawakan Kata Pengantar berikut]
P : Saudara-saudari yang terkasih dalam Kristus, Kita baru saja mengakhiri sebuah perjalanan panjang dalam lingkaran tahun liturgi. Sebentar lagi kita akan memasuki masa persiapan, masa penantian akan datangnya Sang Mesias, Immanuel, Allah beserta kita. Masa adven ini kita awali dengan pemberkatan Karangan Adven, suatu upacara yang menandai masuknya Gereja dalam tahun liturgi yang baru. Rangkaian upacara pemberkatan Karangan Adven ini diharapkan menjadi simbol partisipasi dan kesediaan kita dalam memasuki tahun liturgi yang baru. Kita diundang untuk merefleksikan dan memaknai masa adven ini sebagai masa penantian atau kerinduan akan kedatangan Sang Penyelamat, Yesus Kristus, Putera Allah. [Hening sejenak]

Doa pembuka

P : Marilah berdoa, [Hening sejenak]
Allah Bapa yang Mahakuasa dan Kekal, kami berkumpul di hadapan-Mu untuk mengawali masa penantian akan kehadiran Putera-Mu sekaligus mengawali tahun liturgi yang baru. Kami mohon, berilah kekuatan dan penerangan Roh Kudus agar kami dapat mempersiapkan diri menyambut Yesus Sang Juru Selamat yang telah Engkau janjikan. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putera-Mu, Tuhan kami, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau, dalam persekutuan dengan Roh Kudus, Allah, kini dan sepanjang segala masa.
U : Amin.

Bacaan Injil: Lukas 3:10-18 semua berdiri

[Bacaan wajib dibacakan dari Alkitab. JIKA PEMIMPINNYA SEORANG AWAM, maka gunakan rumusan berikut]
P : Marilah kita bersama-sama mendengarkan Injil Yesus Kristus menurut Lukas. Pemimpin dan semua yang hadir membuat tanda salib dengan ibu jari pada dahi, mulut, dan dada. Kemudian Pemimpin membacakan Injil.
P : [Bacaan dibacakan dari Alkitab]
U : Terpujilah Kristus

Renungan Harian Katolik dan umat duduk

[Renungan ini dapat ditambahkan oleh pemimpin]
Saudara-saudari yang terkasih, Masa adven merupakan suatu momen berahmat. Kita diajak untuk memahami misteri penjelmaan Tuhan menjadi manusia. Sebagaimana Yesaya meramalkan kedatangan Mesias sebagai Terang yang menghalau kegelapan dan kekelaman bangsa-bangsa, kita pun diundang untuk menjadi agen terang, pembawa damai dan kasih bagi sesama. Hal ini ditegaskan oleh bacaan Injil bahwa Anak Manusia datang untuk menghalau kegelapan dunia. Ia datang untuk membebaskan yang terbelenggu dan menyelamatkan umat manusia.

Saudara-saudari yang terkasih, Karangan Adven yang akan diberkati mempunyai arti simbolis tersendiri. Lingkaran yang berupa rangkaian ranting dan dedaunan hijau melambangkan hidup yang saling terjalin satu dengan yang lainnya. Kita hidup dalam satu persekutuan jemaat yang saling berhubungan dan saling membutuhkan. Lingkaran ini menjadi lambang persaudaraan umat manusia dan antara manusia dengan seluruh alam semesta.

Lilin merupakan jalan terang yang mengusir segala kegelapan, kecemasan, dan ketakutan dalam menghadapi masa depan. Lilin juga melambangkan sarana kebaikan yang memperkokoh persatuan jemaat, melambangkan Kristus sendiri, Sang Cahaya Sejati yang menerangi segala sesuatu. Di masa adven ini kita diminta untuk memberi terang bagi sesama yang masih berada dalam situasi dan persoalan hidup yang tak kunjung berakhir. Warna hijau melambangkan keabadian, puncak tunas baru yang lahir kembali, pengharapan akan penciptaan atau pemulihan baru. Warna hijau mengungkapkan kerinduan akan langit dan bumi yang baru di atas bumi ini, lambang pengharapan akan kedatangan Tuhan untuk menggenapi segala sesuatu. Empat lilin menandai empat minggu untuk mempersiapkan diri menyambut Kristus, Sang Immanuel pada hari Natal. Angka ini melambangkan empat sudut kosmos, zaman penantian, dan pembebasan sejati. Arti simbolis Karangan Adven ini melambangkan persekutuan umat yang hidup dalam pengharapan serta kerinduan akan kedatangan Sang Sabda, Immanuel yang akan memulihkan dan membebaskan umat manusia dan seluruh alam ciptaan dalam diri Nya. [hening sejenak]

Upacara Pemberkatan umat duduk

[Empat orang petugas mengambil lilin yang sudah disiapkan di samping altar; tiga lilin berwarna ungu dan satunya berwarna merah muda. Mereka maju ke depan altar, memberi hormat, kemudian berbalik ke arah umat dan mulai membacakan arti dari keempat lilin secara bergilir. Sesudah membaca, mereka menancapkan lilin tersebut pada Karangan Adven yang telah disediakan].

Pembawa lilin I: (ungu)
Inilah lambang kerinduan para bangsa. Tuhan menyongsong mereka yang melakukan yang adil. “Kiranya Tuhan mengoyakkan langit dan turun ke tengah-tengah kita”. Marilah kita menjemput Sang Penebus, pembebas para bangsa.
[lalu ia menancapkan lilin pada Karangan Adven yang sudah disediakan]

Pembawa lilin II: (ungu)
Inilah lambang persiapan bangsa-bangsa, setiap bukit akan diratakan dan tanah yang berlekak-lekuk menjadi dataran. Perbudakan rakyat telah berakhir.
“Lihatlah, Tuhan datang dengan kekuatan dan dengan tangan-Nya yang berkuasa.”
[lalu ia menancapkan lilin pada Karangan Adven yang sudah disediakan]

Pembawa lilin III: (merah)
Inilah lambang ketabahan dan kegembiraan, kabar baik bagi masyarakat yang menderita. Pembebasan kepada orang-orang yang terbelenggu. Seperti bumi memancarkan tumbuh-tumbuhan, Tuhan menumbuhkan keadilan dan pujian di hadapan segala bangsa.
[lalu ia menancapkan lilin pada Karangan Adven yang sudah disediakan]

Pembawa lilin IV: (ungu)
Inilah lambang penantian datangnya Sang Immanuel. Laksana tanah gersang merindukan air, dan laksana seorang ibu merindukan anaknya, maka lilin ini menandai kerinduan kita akan datangnya Immanuel, Allah beserta kita.
[lalu ia menancapkan lilin pada Karangan Adven yang sudah disediakan]

Kemudian keempat pembawa lilin menghadap altar, memberi hormat, lalu kembali ke tempat semula. Lalu menyusul doa yang dibawakan oleh pemimpin, dan dijawab oleh umat. Sebaiknya Pemimpin mengumumkan jawaban umat berikut sebelum berdoa.

P : Untuk doa-doa berikut ini, kita menjawab: Terpujilah Engkau selama-lamanya
U : Terpujilah Engkau selama-lamanya.
P : Terpujilah Engkau ya Tuhan Allah pencipta segala sesuatu. Hati kami gelisah sampai beristirahat dalam Dikau.
U : Terpujilah Engkau selama-lamanya.
P : Dalam diri Putera-Mu yang datang sebagai cahaya dunia, kami menemukan cahaya yang menuntun kami kepada keselamatan kekal.
U : Terpujilah Engkau selama-lamanya.
P : Engkau mengutus Roh Kudus, Roh hikmat, dan pengertian, roh nasihat dan keperkasaan, roh pengenalan dan takwa akan Dikau sehingga kami disadarkan betapa besar cinta-Mu yang boleh kami terima.
U : Terpujilah Engkau selama-lamanya.
P : [Kemudian, Pemimpin berdiri di dekat Karangan Adven kemudian sambil mengulurkan tangan ke atas Karangan Adven, ia berdoa. JIKA PEMIMPINNYA ADALAH SEORANG AWAM, maka ia tidak mengulurkan tangan dan tidak memberikan berkat, tetapi berdoa dengan tangan terkatup di depan Karangan Adven tersebut:]
Marilah berdoa:
Allah Tuhan Mahabaik, kami bersyukur kepada Mu karena boleh mengalami lagi masa adven, yaitu masa yang penuh pengharapan dan kerinduan akan satu dunia baru dalam diri Yesus Kristus Sang Juru Selamat. Harapan, kerinduan, ketabahan dan kegembiraan itu kami ungkapan dalam lambang Karangan Adven ini. Kami mohon sudilah Engkau memberkati (+) Karangan Adven ini dan limpahkanlah rahmat-Mu supaya melalui masa penantian, segala komitmen yang ada dalam komunitas dan diri kami masing-masing dapat terlaksana dan kehadiran Sang Immanuel menjiwai seluruh diri kami. Semoga kami mempersiapkan diri dengan tekun sehingga pantas menyambut kehadiran-Nya yang membebaskan. Demi Kristus Tuhan dan Juru Selamat kami, kini dan sepanjang masa.
U : Amin.
[Sesudah doa, Pemimpin mereciki Karangan Adven dan lilin dengan air yang sudah diberkati. Lalu, ia menyalakan salah satu lilin yang berwarna ungu sambil berdoa]:
P : Allah segala zaman dan segenap masa, nyalakanlah hati kami dengan api yang menghalau kegelapan. Semoga kami semakin rindu akan pemulihan dan pembebasan seluruh alam semesta dalam kedatangan Putera-Mu sendiri.
[Harap diperhatikan: lilin dinyalakan setiap minggu dari kiri ke kanan atau berlawanan dengan arah jarum jam; dan lilin pada minggu ketiga berwarna merah]

Doa Umat umat berdiri

P : Marilah kita berdiri untuk mendaraskan doa-doa permohonan kita kepada Tuhan.
Saudara-saudari yang terkasih, Yesus Kristus diutus Bapa ke dunia sebagai cahaya para bangsa. Marilah kita memohon kepada-Nya, supaya Ia sudi menghantar semua orang kepada terang kebenaran dan hidup sejati.
Kita semua menjawab: terangilah ziarah hidup kami.
[Bisa dibawakan oleh seorang umat]
P : Bagi para pemimpin bangsa-bangsa.
Semoga para pemimpin bangsa diterangi Roh kebijaksanaan agar mereka mampu mewujudkan kesejahteraan umum dan menghindari kecenderungan ingat diri dalam hal memperjuangkan kepentingan diri atau kelompok. Marilah kita mohon….
U : Terangilah ziarah hidup kami
P : Bagi para imam, biarawan-biarawati
Semoga Roh Kudus Allah selalu menerangi dan menguatkan kita; para imam, biarawan-biarawati dalam menjalankan tugas dan karya kita untuk mengembangkan kerajaan Tuhan di tengah dunia ini. Marilah kita mohon….
U : Terangilah ziarah hidup kami
P : Bagi keluarga-keluarga, para orang tua, kaum remaja dan anak-anak. Semoga mereka lebih tekun dan giat berusaha hidup dekat dengan Allah melalui doa dan laku tapa, amal bakti serta kasih cinta. Marilah kita mohon….
U : Terangilah ziarah hidup kami
U : Bagi Orang-Orang Sakit
Semoga mereka diberi penghiburan dan kekuatan dalam menjalani masa-masa perawatan agar boleh mendapatkan rahmat kesembuhan dan bergabung kembali bersama keluarga dan komunitas mereka. Marilah kita mohon….
U : Terangilah ziarah hidup kami
P : Bagi kita yang hadir di sini
Semoga dalam masa adven ini, kita semakin terbuka untuk mengalami kehadiran Yesus yang menyelamatkan dan membebaskan. Marilah kita mohon….
U : Terangilah ziarah hidup kami
P : Marilah kita juga berdoa dalam hati menyampaikan permohonan pribadi yang ingin kita sampaikan ke hadapan Tuhan.
(hening sejenak)
P : Ya Tuhan, demikianlah seruan hati kami umat Mu. Sudilah Engkau mendengarkan dan mengabulkannya dengan murah hati. Sebab hanya pada-Mulah kami berharap, kini dan sepanjang masa.
U : Amin
P : Marilah meneguhkan kesatuan kita sebagai anak-anak Bapa di surga, dengan sehati sejiwa mendaraskan doa yang diajarkan Yesus sendiri:
U : Bapa Kami yang ada di surga….

Doa penutup

P : Marilah kita berdoa, [hening sejenak]
Ya Allah Mahakuasa, kami bersyukur kepada-Mu atas Sabda Ilahi dan semangat baru yang Engkau anugerahkan kepada kami dalam ibadat ini. Kami mohon, semoga Engkau menjadikan kami manusia baru sehingga layak menyambut kehadiran Putera-Mu yang hidup dan berkuasa kini dan sepanjang masa.
U : Amin

Berkat dan Pengutusan

[jika Pemimpinnya adalah imam atau diakon]
P : Saudara-saudari yang terkasih, marilah kita memohon supaya dalam mempersiapkan Adven Sang Immanuel di dunia ini, kita semua dibimbing dan dirahmati oleh Allah sendiri. Semoga Allah Bapa meneguhkan iman kita kepada-Nya.
U : Amin.
P : Semoga Allah Putera memenuhi hati kita dengan kerinduan dan harapan akan keadilan dan keselamatan.
U : Amin.
P : Semoga Allah Roh Kudus mendorong kita untuk mengamalkan cinta bakti bersama dengan kaum kecil demi menyiapkan kedatangan Cahaya Sejati.
U : Amin.
P : Dan semoga kita sekalian dilindungi dan diberkati oleh Allah Yang Maha Kuasa: (+) Bapa dan Putera, dan Roh Kudus.
U : Amin.
P : Saudara-saudari yang terkasih, dengan ini ibadat pemberkatan Karangan Adven sudah selesai.
U : Syukur kepada Allah.
P : Marilah pergi, kita diutus.
U : Amin.

Berkat dan Pengutusan

[JIKA PEMIMPINNYA BUKAN IMAM ATAU BUKAN DIAKON]
P : Saudara-saudari, sebelum mengakhiri perayaan ini marilah kita menundukkan kepala, memohon berkat Tuhan. [hening sejenak. Lalu dengan tangan terkatup, ia berkata]
P : Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita ke hidup yang kekal.
[sambil membuat Tanda Salib pada diri sendiri]
DALAM NAMA BAPA, DAN PUTRA, DAN ROH KUDUS.
U : Amin.
P : Perayaan Sabda kita ini sudah selesai.
U : Syukur kepada Allah.

Lagu Penutup.

(Disusun dari berbagai sumber oleh P. Petrus Cristologus Dhogo, SVD/kgg).

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)
3/related/default