Muhammad Reza Ungkap Pembunuhan Alvaro yang Dilakukan Ayah Tiri, Sudah Diketahui Sejak September

Erlita Irmania
0

Penemuan Jasad Alvaro yang Menjadi Kebangkitan Keadilan

Kasus pembunuhan bocah bernama Alvaro Kiano Nugroho (6) akhirnya terungkap setelah seorang Ketua RT asal Tenjo, Kabupaten Bogor, bernama Muhammad Reza, memberikan informasi penting kepada pihak berwajib. Kasus ini mengejutkan masyarakat karena jasad Alvaro ditemukan dalam kondisi tinggal kerangka di bawah jembatan Cilalay, Kecamatan Tenjo, Kabupaten Bogor pada 23 November 2025.

Alvaro hilang sejak 6 Maret 2025 dan sempat tidak diketahui keberadaannya selama delapan bulan. Pada akhirnya, jasadnya ditemukan dan ternyata telah dibunuh oleh ayah tirinya sendiri, Alex Iskandar. Penangkapan Alex dilakukan oleh Polres Metro Jakarta Selatan atas andil dari Reza, yang pertama kali melaporkan kasus tersebut.

Reza mengaku bahwa ia sudah mengetahui tentang pembunuhan Alvaro sejak September 2025. Namun, ia masih mengumpulkan bukti-bukti dan membutuhkan keberanian untuk melapor. Akhirnya, pada minggu kedua November 2025, ia memberanikan diri untuk melaporkan Alex.

Fakta pembunuhan itu diperoleh Reza dari anak asisten rumah tangga (ART) di rumahnya. Anak ART Reza cerita bahwa ada temannya di sekolah yang tahu persis soal kasus Alvaro. Usut punya usut, teman tersebut adalah keponakan pelaku, Alex. Informasi ini membuat Reza terkejut karena keponakan pelaku blak-blakan membongkar kejahatan Alex.

Setelah mengetahui cerita tersebut, Reza mengumpulkan bukti-bukti yang bisa ia dapatkan. Hingga akhirnya, ia memiliki bukti rekaman cerita dari keponakan pelaku soal pembunuhan yang dilakukan Alex. Reza merasa kasihan melihat kakek korban yang viral sejak delapan bulan lalu.

Perjuangan Reza pun berbuah manis, tabir kasus hilangnya Alvaro pun terbongkar. Sang pelaku, Alex, telah diamankan pihak kepolisian. Namun, tak lama setelah ditangkap dan dijadikan tersangka, Alex Iskandar meninggal dunia. Alex tewas karena nekat mengakhiri hidupnya di ruang konseling Polres Jaksel pada Minggu (23/11/2025).

Motif Ayah Tiri

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan, Alex menyimpan dendam kepada istrinya. Fakta itu terungkap setelah polisi memeriksa handphone pelaku. Dari handphone yang diamankan, terlapor setelah terang-terangan menuliskan kalimat, "gimana caranya gue balas dendam". Ini muncul berulang kali di dalam konteks kemarahan, serta rasa sakit hati yang ditujukan ke pihak tertentu.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Ardian Satrio Utomo menambahkan, pelaku memiliki kecurigaan bahwa sang istri berselingkuh dengan pria lain. Istri tersangka ini bekerja di luar negeri. Nah, akibat bekerja di luar negeri, dari hasil chat itu, muncul adanya dugaan perselingkuhan yang dilakukan oleh istrinya. Di situ ada motif tersendiri terhadap si tersangka ini untuk melakukan pembunuhan itu terhadap anak. Karena anak ini adalah anak tiri dari tersangka.

Alex menculik Alvaro di Masjid Al-Muflihun yang lokasinya tak jauh dari tempat tinggal korban pada Kamis (6/3/2025). Ia lalu membawa Alvaro ke kediamannya di wilayah Tangerang. Di lokasi inilah Alex menghabisi nyawa Alvaro. Pelaku membunuh korban dengan cara dibekap. Pada saat korban dibawa, dalam kondisi menangis yang tidak berhenti, sehingga dibekap hingga meninggal dunia.

Jenazah Alvaro lalu dibuang di Jembatan Cilalay, Tenjo, Kabupaten Bogor pada Minggu (9/3/2025) atau tiga hari setelah Alvaro dinyatakan hilang. Jenazah Alvaro baru ditemukan pada Jumat (21/11/2025) setelah polisi melibatkan anjing pelacak. Saat ditemukan, jasad korban sudah menjadi kerangka.

Pengakuan Keluarga

Sementara, keluarga menyebutkan bahwa kecemburuan Alex terhadap istrinya berkembang menjadi dendam, hingga mendorongnya melakukan tindakan keji tersebut. Cemburu sama istrinya, kalau telepon nggak diangkat dianggapnya istrinya selingkuh, main sama laki-laki lain. Informasi itu diperoleh keluarga setelah adanya interogasi terhadap pelaku.

Kecurigaan dan kecemburuan Alex memuncak terutama ketika Arum tetap berangkat bekerja ke Malaysia meski sempat dilarang. Dalam kecemburuan akhirnya timbul dendam. Waktu itu nggak boleh kerja ke Malaysia, tapi berangkat juga.

Ayah Tiri Tewas Akhiri Hidup

Alex bunuh diri di ruang konseling Polres Metro Jakarta Selatan pada Minggu (23/11/2025) pagi. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan, pelaku ditangkap di kediamannya di wilayah Tangerang, Jumat (21/11/2025). Setelahnya, pelaku dibawa ke Polres Metro Jakarta Selatan untuk diperiksa. Proses pemeriksaan berlangsung maraton hingga Minggu dini hari.

Setelah diperiksa, pelaku dititipkan di ruang konseling karena akan dilakukan tes kesehatan. Di ruangan inilah pelaku mengakhiri hidupnya. Pada saat tempo waktu proses pemeriksaan itu sampai dengan Minggu dini hari. Jadi, yang bersangkutan dititipkan di ruangan konseling. Kami luruskan kepada rekan-rekan media. Tersangka mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di ruangan konseling.

Pelaku sempat izin ke toilet dan meminta untuk mengganti celana. Pelaku beralasan celana yang digunakannya sudah kotor. Pada pukul 06.00 pagi hari Minggu, tersangka ini izin untuk ke toilet. Jadi seolah dia sudah buang air di celana. Pertama, dia menggunakan celana pendek yang diberi oleh penyidik, karena tidak boleh menggunakan celana panjang. Karena celana pendek itu kotor, dia minta untuk diganti dengan celana panjang.

Beberapa jam kemudian, korban ditemukan tewas gantung diri menggunakan celana panjang yang dikenakannya. Ditemukan oleh rekannya tadi, yaitu inisial G saksi kunci. Dilihat dari pintu, itu ada bilah kaca di tengah, melihat tersangka sudah dalam posisi menghilangkan nyawanya dengan cara gantung diri.

Kakek Alvaro, Tugimin, mengungkap sosok Alex yang dikenal memiliki kepribadian baik termasuk kepada anak sambungnya. Makanya kita nggak naruh kecurigaan sama sekali tuh karena orangnya baik. Sama tetangga baik, sama keluarga baik, sama anaknya (Alvaro) juga baik.

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)
3/related/default