Profil Kapolda Sumut Irjen Whisnu Hermawan Dicatut Aksi Bulus Kombes Julihan Peras Polisi

Erlita Irmania
0

Kapolda Sumut Terlibat dalam Kasus Pemerasan, Penonaktifan Kombes Julihan dan Kompol Agustinus

Nama Kapolda Sumut, Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto kini menjadi sorotan setelah terlibat dalam kasus pemerasan yang menyeret sejumlah pejabat di jajaran Propam Polda Sumut. Salah satu pelaku utama adalah Kombes Julihan Muntaha, yang diduga menggunakan nama Kapolda Sumut untuk memperkuat aksi pemerasannya terhadap sesama polisi.

Kombes Julihan Muntaha disebut sering mengaku sebagai teman dekat Kapolda Sumut agar korban tak berani melaporkannya. Hal ini membuat banyak personel polisi yang diperas merasa takut dan tidak berani mengadu ke pihak berwajib. Dugaan pemerasan ini mulai viral setelah akun TikTok @tan_jhonson88 membagikan keluhan tentang adanya praktik tersebut.

Profil Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto

Mengutip dari Tibun Medan, Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto lahir di Bandung pada 16 Februari 1972. Ia menjabat sebagai Kapolda Sumut sejak Juni 2024 lalu, menggantikan Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi. Sebelumnya, ia pernah menjabat sebagai Dirtipideksus Bareskrim Polri.

Whisnu juga pernah menjadi Kapolres Tulungagung dan memiliki karier yang cukup panjang dalam Korps Bhayangkara. Ia pernah menjabat sebagai Kasubdit Cybercrime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya dan Wadirresnarkoba Polda Jabar.

Pada tahun 2019, ia diangkat sebagai Analis Kebijakan Madya Bidang Pideksus Bareskrim Polri. Setahun kemudian, ia menjabat sebagai Kasubdit II Dittipidter Bareskrim Polri. Pada 2021, Whisnu diangkat sebagai Wadirtipideksus Bareskrim Polri. Akhirnya, pada 2024, ia naik pangkat menjadi Irjen dan ditunjuk sebagai Kapolda Sumatera Utara dengan pangkat jenderal bintang dua.

Harta Kekayaan Irjen Whisnu Hermawan Februanto

Dalam laporan LHKPN yang dilampirkan oleh elhkpn.kpk.go.id pada 9 Mei 2014, harta kekayaan Whisnu mencapai Rp1,35 miliar saat ia masih menjabat sebagai Kapolres Tulungagung. Rincian harta kekayaannya antara lain:

  • Harta Tidak Bergerak (Tanah dan Bangunan): Total sebesar Rp311.250.000
  • Harta Bergerak: Total sebesar Rp509.000.000
  • Surat Berharga: Rp0
  • Giro dan Setara Kas Lainnya: Total sebesar Rp533.918.626
  • Total Harta Kekayaan: Rp1.354.168.626

Awal Mula Kasus Terbongkar

Kasus pemerasan yang melibatkan Kombes Julihan Muntaha dan Kompol Agustinus Chandra awalnya terbongkar setelah viral di media sosial. Akun TikTok @tan_jhonson88 memposting keluhan tentang dugaan pemerasan yang dilakukan oleh jajaran Propam Polda Sumut.

Beberapa korban disebut dimintai uang puluhan juta hingga miliar rupiah. Contohnya, Ipda Welman Simangunsong, anggota Ditresnarkoba Polda Sumut, dituduh terlibat dalam kasus narkoba dan diminta uang sebesar Rp1 miliar. Namun, ia hanya sanggup membayar Rp100 juta.

Selain itu, ada dugaan pemerasan terhadap Kapolsek Medan Barat, Kanit Reskrim, dan beberapa personel lainnya. Bahkan, Kompol Agustinus Chandra disebut sebagai kaki tangan Kombes Julihan dalam aksi pemerasan ini.

Kapolda Sumut Audit Kasus Pemerasan

Menanggapi informasi yang sangat meresahkan, Kapolda Sumut Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto langsung membentuk tim khusus untuk mengaudit dan mendalami seluruh informasi serta kebenaran dugaan praktik pemerasan yang dilakukan oleh jajaran Propam.

Inspektur Pengawasan Daerah (Irwasda) Polda Sumut Kombes Nanang Masbudi menyatakan bahwa pihaknya akan memverifikasi informasi yang diposting oleh akun anonim tersebut. Meski belum mengungkap siapa saja yang diperiksa, ia menegaskan bahwa proses audit akan transparan.

Kombes Julihan dan Kompol Agustinus Dicopot

Akhirnya, Mabes Polri menonaktifkan Kombes Julihan Muntaha dari jabatannya sebagai Kabid Propam Polda Sumut. Selain itu, Kompol Agustinus Chandra Pietama juga dinonaktifkan dari jabatannya sebagai Kasubbid Paminal Propam Polda Sumut.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Ferry Walintukan menyatakan bahwa penonaktifan ini berdasarkan rekomendasi Kapolda Sumut Irjen Whisnu Hermawan Februanto. Proses pemeriksaan masih berlangsung.

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)
3/related/default