Kolesterol Tinggi: Tidak Semua Makanan Berbahaya
Kolesterol tinggi dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan serius, seperti penyakit jantung dan stroke. Namun, banyak orang masih menganggap kolesterol sebagai musuh utama tanpa memahami fakta-fakta di baliknya. Banyak makanan bergizi yang sebenarnya aman untuk dikonsumsi, meskipun memiliki kadar kolesterol yang cukup tinggi.
Berikut ini adalah 11 jenis makanan yang bisa meningkatkan kadar kolesterol jika dikonsumsi secara berlebihan.
Makanan Sehat dengan Kandungan Kolesterol Tinggi
-
Telur
Telur merupakan salah satu makanan paling bergizi yang bisa Anda konsumsi. Satu telur besar mengandung sekitar 207 mg kolesterol. Meski begitu, penelitian menunjukkan bahwa telur tidak meningkatkan kadar kolesterol darah bagi kebanyakan orang. Justru, makan telur dapat meningkatkan kolesterol HDL (baik) yang melindungi jantung. Selain itu, telur juga kaya akan protein, selenium, vitamin A, dan beberapa vitamin B. Bagi orang sehat, makan 1-3 butir telur per hari sangat aman. -
Keju
Keju mengandung kolesterol, tetapi beberapa penelitian menunjukkan bahwa keju penuh lemak tidak meningkatkan kadar kolesterol LDL (jahat). Misalnya, satu potong keju Swiss mengandung sekitar 20 mg kolesterol. Keju juga kaya akan kalsium, protein, vitamin A, dan vitamin B. Konsumsi keju dalam porsi yang wajar (1-2 ons) tetap aman. -
Kerang
Kerang, kepiting, dan udang adalah sumber protein yang kaya akan vitamin B, zat besi, dan selenium. Contohnya, 3 ons udang kalengan mengandung 214 mg kolesterol. Kerang juga mengandung komponen bioaktif seperti antioksidan karotenoid dan asam amino taurin yang membantu mencegah penyakit jantung. -
Daging Merah
Daging merah seperti steak atau daging sapi yang dibesarkan di padang rumput mengandung kolesterol rendah dan lebih banyak asam lemak omega-3. Satu porsi steak 4 ons mengandung sekitar 62 mg kolesterol. Meski demikian, daging olahan seperti bacon dan sosis dikaitkan dengan risiko penyakit jantung. -
Daging Jeroan
Daging jeroan seperti hati dan ginjal kaya akan kolesterol dan nutrisi seperti vitamin B12, zat besi, dan seng. Studi menunjukkan bahwa konsumsi daging jeroan dalam jumlah sedang dapat mengurangi risiko penyakit jantung. -
Sarden
Sarden adalah sumber protein yang kaya akan nutrisi. Satu porsi 3,75 ons mengandung 131 mg kolesterol serta vitamin D, B12, dan kalsium. Sarden juga kaya akan zat besi, selenium, fosfor, dan vitamin E. -
Yoghurt
Yoghurt penuh lemak mengandung kolesterol dan kaya akan protein, kalsium, vitamin B, magnesium, dan kalium. Penelitian menunjukkan bahwa yoghurt dapat menurunkan kolesterol LDL (jahat) dan risiko penyakit jantung.
Makanan yang Perlu Dibatasi atau Dihindari
-
Gorengan
Makanan yang digoreng, seperti daging goreng dan stik keju, mengandung kolesterol tinggi dan lemak trans yang berbahaya. Konsumsi berlebihan bisa meningkatkan risiko penyakit jantung, obesitas, dan diabetes. -
Makanan Cepat Saji
Makanan cepat saji terkait dengan peningkatan kolesterol, lemak perut, dan risiko penyakit jantung. Mengurangi konsumsi makanan cepat saji dan memasak sendiri di rumah bisa membantu menjaga kesehatan. -
Daging Olahan
Daging olahan seperti sosis dan bacon berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit jantung dan kanker. Setiap tambahan 2 ons daging olahan per hari meningkatkan risiko penyakit jantung hingga 42%. -
Makanan Manis
Kue, es krim, dan permen tinggi gula dan lemak tidak sehat. Konsumsi berlebihan bisa menyebabkan obesitas, diabetes, dan penyakit jantung. Makanan ini juga kurang nutrisi, sehingga sebaiknya dibatasi.