Dinding Liang Kubur Alvaro Retak, Pemakaman Tunggu Hasil Tes DNA dan Kerangka Lengkap

Erlita Irmania
0

Persiapan Liang Kubur Alvaro yang Tertunda

Liang kubur untuk Alvaro Kiano Nugroho (6) telah disiapkan sejak tiga hari lalu di tanah wakaf Masjid Jami Al-Muflihun, Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Namun hingga saat ini, Kamis (27/11/2025), pemakaman masih menunggu hasil tes DNA dan kelengkapan kerangka. Akibatnya, kondisi liang kubur mulai mengering dan dindingnya mulai retak.

“Sudah dari tiga hari yang lalu (digali). Yang waktu mayatnya masuk RS Polri,” ujar Andi (36), petugas makam. Menurut Andi, pihak makam masih menunggu informasi dari rumah sakit perihal kelengkapan kerangka. “Iya (keluarga langsung minta digalikan), tapi belum ada kabar lagi dari rumah sakit. Sudah begitu, yang saya tahu kan rahangnya belum ketemu. Kami kan orang Islam enggak boleh dikubur sebelum lengkap,” jelasnya.

Penampakan Liang Kubur Alvaro

Gundukan tanah dan sebuah liang lahat telah nampak di Tanah Wakaf Masjid Jami Al-Muflihun, Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Rabu siang (26/11/2025). Liang kubur ini akan menjadi rumah peristirahatan abadi bagi almarhum Alvaro Kiano Nugroho (6).

Liang kubur bagi Alvaro ini berukuran panjang 120 cm dan lebar 60 cm, yang disesuaikan dengan ukuran anak usia kelas 1 sekolah dasar.

Saat Tribunnews menyambangi lokasi pukul 12.06 WIB, Anan, seorang petugas gali masih tampak membuat bulatan bola dari tanah sebagai bantalan atau pengganjal jenazah di dalam liang kubur. Letak liang kubur bagi Alvaro, berada di pojok dekat jalan setapak dan di bawah pohon pisang yang mulai mengering. Tanah urukan liang kubur ini masih nampak basah, warnanya juga masih cokelat kemerahan.

Namun ternyata, penggalian liang kubur tersebut sudah dilakukan sejak Minggu (23/11/2025), digali sesaat setelah beredarnya kabar penemuan jenazah Alvaro di kawasan Tenjo, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Permintaan penggalian liang lahat ini diminta oleh pihak keluarga, dalam hal ini kakek dari Alvaro, Tugimin (71) yang berkoordinasi dengan pihak pengurus Masjid Jami Al Muflihun.

Pemakaman Alvaro Jumat atau Sabtu Pekan Ini

Berdasarkan penuturan mantan RW, Naryo, Suwarno (66) penggali kubur lainnya diminta agar liang kubur tetap terbuka dan menunggu hingga Jumat atau Sabtu ini untuk proses pemakaman jika hasil tes DNA rampung dan jenazah sudah diserahkan kepada keluarga. “Dari mantan RW, kalau nggak Jumat ya Sabtu (dikuburkan) diminta tunggu aja, jangan diuruk dulu. DNA nya belum (cocok) saya nggak ngerti deh,” kata Suwarno (66) penggali kubur lainnya, di lokasi.

Lokasi tanah wakaf yang jadi tempat peristirahatan terakhir Alvaro, hanya sekira 200 meter dari rumahnya, dan tak lebih dari 50 meter dari tempat ia diduga diculik oleh ayah tirinya, Alex Iskandar. Alvaro diketahui dibawa oleh ayah tirinya itu saat sedang bermain di Masjid Jami' Al Muflihun pada 6 Maret 2025 silam.

Keluarga Ingin Alvaro Dimakamkan dengan Layak

Meski proses identifikasi DNA masih berjalan, keluarga sudah menyiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan untuk pemakaman. Ibu Alvaro, Arum Indah, berharap proses tersebut segera selesai agar anaknya bisa dimakamkan dengan layak dan dihormati sebagaimana mestinya. “Kalau memang itu Alvaro, ya mau kami makamkan dengan selayaknya, yang terbaik,” tutur Arum.

Rencana pemakaman di lokasi itu pun sudah diungkapkan oleh kakek korban, Tugimin. Tugimin menyebut cucunya langsung akan dimakamkan pada hari itu juga, ketika jenazahnya sudah diserahkan oleh kepolisian. Jasad Alvaro sendiri sekarang masih berada di RS Polri Kramat Jati untuk kepentingan tes DNA.

Temuan Tulang Rahang Bawah

Penyidik Polres Metro Jakarta Selatan kembali melakukan pencarian sisa kerangka Alvaro Kiano Nugroho (6) di aliran Kali Cilalay, Tenjo, Rabu (26/11/2025). Kali/Jembatan Cilalay berada di Desa Singabraja, Kecamatan Tenjo, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Lokasi ini berada di jalur yang menghubungkan Kecamatan Tenjo dengan Kecamatan Jasinga, dan dikenal cukup sepi dari permukiman warga.

Upaya ini dilakukan bersama tim DVI Bid Dokkes Polri setelah sebelumnya ditemukan bagian kerangka yang diduga milik korban pembunuhan oleh ayah tirinya, Alex Iskandar (49). Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Ardian Satrio Utomo mengatakan pencarian dilakukan sejak siang hari dan berlangsung hingga sore. “Jadi pada siang hari ini kami dari Satreskrim Polres Jakarta Selatan dibantu dari bid dokkes Polri dari DVI dokkes Polri, hari ini kami melakukan olah TKP dan pencarian kembali terhadap kerangka yang diduga almarhum A,” ujar Ardian saat dikonfirmasi.

Ia menyebut sejumlah temuan kembali didapat dan sedang ditangani tim medis. Pada pencarian kali ini, kepolisian menemukan tulang rahang bawah dengan skala kecil yang diduga anak-anak. “Dari hasil pencarian hari ini, kami mulai jam 12 siang sampai sekarang, ada beberapa yang kami temukan,” ucapnya.

Hingga saat ini, hasil tes DNA untuk memastikan identitas temuan tersebut belum keluar. Sampel pembanding dari ayah dan ibu kandung Alvaro pun sudah diambil. “Belum, nanti,” kata Ardian ketika ditanya soal hasil DNA.

Kronologi Pembunuhan Alvaro

Polisi mengungkap kronologi soal tewasnya Alvaro Kiano Nugroho (6) yang dibunuh oleh ayah tirinya, Alex Iskandar (49) karena dendam kepada sang ibu yang diduga selingkuh. Awalnya, Alvaro diculik saat berada di sebuah masjid di kawasan Pesanggrahan pada 6 Maret 2025. Kemudian, Alvaro pun menangis ketika dibawa oleh ayah tirinya tersebut. Hal itu lah yang membuat tersangka membekap Alvaro hingga meninggal dunia.

“Untuk hasil dari pemeriksaan kami berdasarkan keterangan dari tersangka, bahwa jenazah itu kejadian pada saat pembunuhan tanggal 6 Maret 2025 di rumah di daerah Tangerang,” kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Ardian Satrio Utomo dalam konferensi pers di Polres Metro Jakarta Selatan, Senin (24/11/2025).

Setelah Alvaro tewas, Alex pun tidak langsung membuang jasad anaknya itu. Jasadnya disimpan di sebuah garasi rumah selama tiga hari dengan ditutupi sebuah mobil. “Nah, setelah itu tidak langsung dibuang ke Tenjo, 3 hari ditaruh di garasi. Jadi ketutupan, ada posisi mobil, mobil warna silver, itu di belakang garasi selama 3 hari di situ. Dan itu diakui oleh tersangka. Lalu, pada tanggal 9 Maret 2025, jenazah itu dibuang menggunakan mobil ke daerah Tenjo,” kata Ardian.

Adapun pemilihan lokasi pembuangan di bantaran kali kawasan Tenjo, Bogor, Jawa Barat lantaran dekat ke rumah kerabat sehingga mengetahui jika daerah tersebut sepi. Kala itu, Alex ditemani oleh kerabatnya yang juga saksi kunci dalam kasus ini saat membuang plastik yang di dalamnya terdapat jenazah Alvaro. Alex mengelabui kerabatnya itu dengan menyebut isi plastik tersebut merupakan bangkai anjing. “Tapi untuk isinya dia menyatakan bahwa dia tidak tahu dan disampaikan oleh tersangka bahwa isinya bangkai anjing. Mohon maaf. Bangkai anjing, gitu. Tapi dia nggak ngecek lagi,” jelasnya.

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)
3/related/default