Peran Yasika Aulia Ramadhani dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sulawesi Selatan
Yasika Aulia Ramadhani kini menjadi perbincangan publik setelah terungkap bahwa ia mengelola 41 dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sulawesi Selatan. Dapur-dapur tersebut merupakan bagian dari inisiatif pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, yang bertujuan untuk menyediakan makanan bergizi gratis bagi kelompok rentan seperti siswa sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Tujuannya adalah menekan angka malnutrisi dan stunting serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Yasika Aulia Ramadhani tidak hanya mengelola 41 dapur MBG, tetapi juga memberikan dampak nyata pada perekonomian warga sekitar. Jaringan dapur tersebut tersebar di berbagai kabupaten dan kota, termasuk 16 dapur di Makassar, 3 di Parepare, 2 di Kabupaten Gowa, serta 10 dapur baru di Bone yang mulai beroperasi pada 14 November 2025. Dapur-dapur ini tidak hanya menyediakan makanan, tetapi juga memperkuat ekonomi lokal dengan memastikan seluruh bahan baku berasal dari petani, peternak, dan pekebun.
Latar Belakang Yasika Aulia Ramadhani
Yasika Aulia Ramadhani adalah putri dari Wakil Ketua DPRD Sulawesi Selatan, Yasir Machmud. Ia lahir pada 2005 dan baru saja merayakan ulang tahun ke-20 pada Oktober 2025. Di usianya yang masih muda, kiprah Yasika cukup aktif, terutama dalam pengelolaan Yayasan Yasika Group yang menaungi 41 dapur MBG. Ia juga aktif di media sosial, dengan akun Instagram @yasikaauliaa yang memiliki lebih dari 3.479 pengikut.
Sebagai pembina yayasan, Yasika menunjukkan komitmen besar dalam menjalankan program sosial yang berdampak luas. Ia mengklaim bahwa keberadaan dapur MBG bukan hanya tentang pemenuhan gizi, tetapi juga memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian daerah. Sebanyak 17 dapur yang sudah beroperasi telah menyerap sekitar 850 tenaga kerja, sementara penerima manfaat mencapai 60 ribu orang.
Peran Ayahnya: Yasir Machmud
Yasir Machmud, ayah Yasika, juga menjadi sorotan publik. Ia adalah Wakil Ketua DPRD Sulsel periode 2024–2029 dan saat ini menjabat sebagai Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sulsel. Sebelum terjun ke dunia politik, Yasir adalah seorang pengusaha yang aktif di berbagai bidang, termasuk pertanian, pembangunan, transportasi, hingga kuliner.
Selain itu, Yasir juga diperiksa oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel terkait dana hibah Rp17,5 miliar tahun anggaran 2024. Menurut Yasir, dana tersebut digunakan sesuai kebutuhan kontingen Sulsel menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh–Sumatera Utara 2024. Meski demikian, penyidik Pidsus Kejati Sulsel masih melakukan penyelidikan terhadap penggunaan dana hibah tersebut.
Dampak Sosial dan Ekonomi dari Dapur MBG
Program MBG yang dikelola Yasika Aulia Ramadhani tidak hanya memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, tetapi juga membuka peluang kerja bagi warga sekitar. Dapur-dapur ini dirancang kokoh dengan masa pakai 30–35 tahun dan dilengkapi peralatan modern dari Gastro. Target utama program ini adalah melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan produktif.
Wakil Gubernur Sulsel, Fatmawati Rusdi, memberikan apresiasi terhadap kerja kolaboratif seluruh pihak dalam menjalankan program ini. Ia menekankan pentingnya ketersediaan bahan pangan dari pemerintah daerah serta pelibatan industri lokal. “SPPG memberikan multiefek ekonomi, menekan pengangguran, sekaligus memastikan kecerdasan dan kesehatan anak melalui pemenuhan gizi,” ujarnya.
Kesimpulan
Yasika Aulia Ramadhani dan ayahnya, Yasir Machmud, menjadi contoh bagaimana peran generasi muda dan figur berpengaruh dapat berkontribusi dalam program sosial yang berdampak luas. Meskipun ada beberapa isu yang muncul, langkah Yasika patut diapresiasi karena memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Dengan pengelolaan yang baik dan transparansi, program MBG bisa menjadi model sukses dalam pemberdayaan masyarakat dan perekonomian daerah.
