Banjir di Kota Padang: 17 KK Mengungsi dan Akses Jalan Terputus
Banjir yang melanda berbagai wilayah di Kota Padang, Sumatera Barat, telah mengakibatkan sejumlah warga terpaksa mengungsi. Kejadian ini terjadi setelah air sungai meluap ke permukiman warga akibat hujan lebat yang terus-menerus mengguyur daerah tersebut.
17 Kartu Keluarga Mengungsi Akibat Banjir di Pasar Lalang
Di Pasar Lalang, Kecamatan Kuranji, sebanyak 17 kartu keluarga (KK) diungsikan pasca air sungai meluap ke permukiman warga. Air sungai meluap pada Jumat pagi sekitar pukul 08.30 WIB, sehingga mengenai rumah dan area persawahan. Penyebabnya adalah hujan lebat yang terjadi sejak Kamis malam hingga Jumat pagi. Tim gabungan dari Polresta Padang, Polsek Kuranji, Brimob, dan Kantor SAR Padang turun ke lokasi untuk mengevakuasi warga. Diketahui, warga dievakuasi ke Masjid Nurul Yaqin dan Musala Al Ikhlas. Namun, hingga saat ini warga belum terlihat di lokasi tersebut, kemungkinan besar mereka memilih mengungsi ke rumah kerabat yang lebih aman.

Warga Tabing Banda Gadang Terpaksa Mengungsi Lagi
Di Kelurahan Tabing Banda Gadang, warga kembali mengungsi akibat banjir susulan. Sebagian besar warga baru saja selesai membersihkan sisa lumpur dari banjir sebelumnya, namun hujan lebat kembali mengguyur kawasan tersebut. Daerah Aliran Sungai (DAS) Kuranji kembali meluap, menyebabkan ratusan warga terpaksa mengungsi. Genangan air setinggi pinggang orang dewasa masih merendam pemukiman warga. Salah seorang warga, Nelmawati (40), mengatakan hujan mulai turun sejak Kamis malam, dan air mulai naik hingga Jumat pagi. Warga telah melakukan evakuasi mandiri karena banjir sering terjadi di kawasan ini.

BPBD Kota Padang Evakuasi Delapan Orang di Dadok Tunggul Hitam
Di Jalan DPR Ujung Gang Babussalam, Rt 04/Rw 08, Kelurahan Dadok Tunggul Hitam, banjir merendam permukiman warga. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat membuat genangan air terjadi di kawasan tersebut. BPBD Kota Padang mengevakuasi delapan orang warga menggunakan perahu karet ke Masjid Al Manar. Para warga yang dievakuasi antara lain Afrizal (54), Nelmawati (52), Syamsul (30), Fadlan (5), Aurel (3), Reni (32), Nisa (7), dan Rehan (13).

Jalan Penghubung Kapalo Koto dan Lambung Bukik Putus 15 Meter
Jalan penghubung antara Kelurahan Kapalo Koto dan Kelurahan Lambung Bukik, Kecamatan Pauh, putus sepanjang 15 meter akibat tergerus aliran sungai. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang memastikan tidak ada korban jiwa maupun warga yang terjebak. Jalan yang amblas menyebabkan akses antar kelurahan lumpuh total. Debit sungai yang meningkat mengikis tanah penyangga badan jalan hingga akhirnya amblas. Warga di sekitar lokasi sudah dievakuasi ke tempat yang lebih aman, seperti rumah nelayan, rusunawa, atau biaya kos.

Warga Tak Bisa Tidur Semalam Akibat Jalan Terputus
Warga Kelurahan Kapalo Koto, Daniel (58), menceritakan detik-detik putusnya jalan yang berada tepat di depan rumahnya. Jalan tersebut amblas sekitar pukul 00.30 WIB saat sebagian besar warga masih terlelap. Suara air besar seperti ada yang runtuh membuat Daniel terbangun. Saat keluar rumah, ia mendapati akses jalan yang selama ini menjadi jalur utama penghubung Kapalo Koto dan Lambung Bukik sudah terputus. Debit Sungai Batu Busuk kala itu tampak meningkat dengan arus yang deras. Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, BPBD Kota Padang bersama warga setempat telah menutup akses jalan yang putus menggunakan mobil, tali, dan kayu.
