Penyembunyian Pembunuh Anak Maman Suherman, Pencurian di Rumah Kader Golkar, dan Ancaman Pistol ke Warga

Erlita Irmania
0

Penangkapan Pelaku Pembunuhan Anak Politisi PKS di Kota Cilegon

Setelah 18 hari kasus pembunuhan MAHM (9), putra dari anggota Dewan Pakar Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Cilegon, Banten, berjalan dengan banyak tanda tanya, akhirnya pelaku pembunuhan berhasil diamankan. Pelaku yang dikenal dengan inisial HA ini ditangkap setelah tertangkap basah melakukan aksi pencurian di rumah seorang kader Golkar.

HA awalnya bersembunyi setelah kepergok oleh asisten rumah tangga saat mencuri di rumah Roisyudin Sayuri, mantan anggota DPRD Kota Cilegon yang pernah menjabat selama dua periode. Penangkapan terjadi secara tidak terduga, setelah pelaku kepergok melakukan aksi pencurian di rumah mewah milik Roisyudin pada Minggu (28/12/2025).

Kepala Seksi Humas Polres Cilegon, AKP Sigit Dermawan, membenarkan penangkapan tersebut. “Sudah ditangkap Jumat sore sebelum Maghrib,” ujar AKP Sigit saat dikonfirmasi, Jumat (2/1/2026). Pihak Roisyudin Sayuri awalnya tidak mengetahui bahwa pelaku pencurian yang tertangkap di rumahnya memiliki keterkaitan dengan kasus pembunuhan MAHM.

Informasi tersebut baru mereka ketahui setelah berkomunikasi langsung dengan pihak kepolisian. Dede Rohana, kerabat Roisyudin Sayuri dan anggota DPRD Provinsi Banten, mengatakan bahwa mereka baru mengetahui keterkaitan tersebut setelah menelepon polisi.

“Kami baru tahu pada malam harinya. Saat kami menelepon polisi, ternyata dari hasil pengembangan, pelaku memiliki keterkaitan dengan kasus di BBS,” katanya, Sabtu (3/1/2026). Aksi pencurian yang dilakukan HA itu dilakukan saat kondisi rumah Roisyudin dalam keadaan sepi. Dede menjelaskan bahwa rumah kerabatnya sering ditinggal pemiliknya ke BSD, Tangerang setiap akhir pekan.

Dalam kejadian itu, sejumlah perhiasan hilang. Sementara sebuah brankas sempat dibawa keluar rumah menggunakan kursi roda. Namun, brankas itu ditinggalkan pelaku karena belum sempat dibuka. Brankas yang tertinggal itulah yang akhirnya membuat pelaku kembali lagi ke rumah tersebut untuk melakukan aksi pencurian kedua.

Pada Jumat siang, saat rumah kembali dalam kondisi sepi, pelaku masuk ke rumah dengan tujuan membongkar brankas tersebut. Aksinya kepergok oleh asisten rumah tangga (ART) yang sedang membersihkan rumah. Pelaku yang panik berusaha melarikan diri.

“Pada hari Jumat itu, dia sampai membawa pemanas gembok, sepertinya penasaran ingin membongkar brankas.” Di dalam rumah dia sudah memegang semua kunci kamar, lalu ketahuan oleh ART yang sedang bersih-bersih. ART berteriak dan pelaku langsung lari.”

Saat berupaya melarikan diri, pelaku terpeleset dan jatuh. ART lantas meminta bantuan warga sekitar dan menghubungi pemilik rumah yang selanjutnya melapor ke polisi. “Karena posisi rumah agak berbukit dan ada tangga, sepertinya dia terpeleset dan jatuh.” ART kemudian meminta tolong dan menelepon saudara saya yang sedang liburan di luar kota. Saudara saya lalu menghubungi warga, karyawan, termasuk menelepon polisi,” jelasnya.

Pelaku sempat sembunyi di dalam rumah yang berujung tidak bisa keluar. Saat ditangkap, ditemukan darah di tubuh pelaku yang diduga akibat terjatuh dan membentur tangga. Penangkapan berlangsung cukup dramatis karena pelaku sempat menodongkan pistol ke arah warga. “Karena pelaku membawa pistol, warga tidak berani langsung menangkap karena takut ditembak.” Ternyata setelah ditangkap, pistol tersebut adalah pistol mainan jenis pistol gas. Tidak lama kemudian, pasukan Brimob langsung datang.”

Kronologi Kejadian

Peristiwa itu diketahui sekira pukul 14.20 WIB, saat ayah korban, Maman menerima telepon darurat dari anak keduanya berinisial D. Di telepon itu, D berteriak meminta pertolongan kepada ayahnya, melansir TribunBanten.com. Mendapat kabar itu, Maman langsung bergegas meninggalkan tempat kerjanya di wilayah Ciwandan menuju rumah.

Setibanya di rumah, ia mendapati kondisi anaknya sudah tergeletak tengkurap di dalam kamar dengan tubuh bersimbah darah. Korban kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Bethsaida Kota Cilegon, namun korban dinyatakan telah meninggal dunia.

Sementara dalam kasus tewasnya MAHM, polisi memastikan bukan karena perampokan. Sebab, tidak ada barang-barang berharga di rumah korban yang hilang. Kepastian itu didapat setelah petugas melakukan pemeriksaan dan mendengar keterangan dari pemilik rumah. “Untuk barang-barang berharga, sampai saat ini belum ditemukan adanya barang yang hilang,” ungkap Kepala Seksi Humas Polres Cilegon, AKP Sigit Dermawan, melalui pesan WhatsApp kepada Kompas.com, Rabu (17/12/2025).

Saat peristiwa berdarah itu terjadi, hanya ada korban dan kakaknya di dalam rumah mewah itu. Semantara Maman dan istrinya sedang tak berada di rumah karena tengah bekerja. "(Saat kejadian) berdua sama kakaknya, cuma ini kan kamarnya ada delapan ini, jadi masing-masing gitu." Tinggal sama orang tuanya, karena ibunya bekerja juga, bapaknya juga pengusaha kan gitu," ungkap Sigit.

Di sisi lain, kamera CCTV yang berada di rumah mewah tersebut tidak bisa merekam apapun lantaran rusak.

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)
3/related/default