Tentara Bantu Polisi Tangkap Pelaku Tawuran di Makassar, Rumah Warga Digeledah

Erlita Irmania
0
Tentara Bantu Polisi Tangkap Pelaku Tawuran di Makassar, Rumah Warga Digeledah

TNI dan Polisi Bantu Redam Tawuran di Makassar

Pada Selasa (18/11/2025) malam, TNI dikerahkan untuk membantu kepolisian dalam penyisiran lokasi tawuran yang terjadi di Kampung Sapiria-Borta, Kecamatan Tallo, Kota Makassar. Tawuran ini berdampak pada sembilan rumah yang terbakar. Tentara dan polisi melakukan penyisiran ke sejumlah rumah warga untuk mencari pelaku dan barang bukti.

Hasilnya, tiga pria yang diduga terlibat dalam tawuran berhasil ditangkap. Petugas juga menyita beberapa senjata tajam seperti anak panah busur, parang, badik, hingga senapan angin. Selain itu, sejumlah alat isap sabu atau bong juga ditemukan.

Plh Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Muhammad Ridwan, mengatakan bahwa penyisiran dilakukan termasuk mencari pelaku tawuran. Ia menambahkan bahwa ada beberapa provokator yang sedang dikembangkan.

Identitas pelaku tawuran, termasuk yang terlibat dalam pembakaran rumah, telah dikantongi oleh petugas. Ridwan juga menyebutkan bahwa identitas pelaku penembakan warga Sapiria, Nursyam alias Cipas (40), sudah diketahui.

150 Prajurit TNI Dikerahkan

Ratusan prajurit TNI Angkatan Darat (AD) dikerahkan ke lokasi tawuran kelompok warga di kawasan Pekuburan Beroanging, Kecamatan Tallo, Kota Makassar. Pengerahan prajurit TNI ini bertujuan untuk membantu kepolisian meredam bentrok warga yang melibatkan Kampung Sapiria versus Borta.

Dandim 1408/BS Letkol Kav Ino Dwi Setyo Darmawan menyebutkan bahwa total ada 150 prajurit yang dikerahkan ke lokasi. Mereka berasal dari Batalyon Kaveleri dan Kodim (1408). Tugas mereka adalah melakukan patroli bersama dengan polisi agar tidak ada lagi warga berkumpul dan memprovokasi tawuran susulan.

Letkol Kav Ino berharap dengan hadirnya TNI di lokasi, kondusifitas warga akan terwujud. Ia juga memastikan warga di sekitar lokasi tawuran dapat tertidur nyenyak tanpa bayang-bayang bentrok susulan. Tujuan jangka pendeknya adalah memastikan warga istirahat dengan tenang. Sementara tujuan jangka panjangnya adalah rekonsiliasi dengan masyarakat untuk membuat kesepakatan damai kedepannya.

Tawuran Susulan Jelang Magrib

Jumlah rumah terbakar akibat tawuran kelompok warga di kawasan Pekuburan Beroanging, Kecamatan Tallo, Makassar, bertambah pada malam hari. Jika siang tadi, tawuran melibatkan kelompok warga Sapiria versus Borta mengakibatkan tujuh petak rumah terbakar, malam ini aksi pembakaran rumah kembali terjadi.

Rumah yang terbakar itu, tidak jauh dari lokasi rumah terbakar sebelumnya. Kebakaran itu terjadi sekitar pukul 17.37 Wita, atau jelang adzan magrib berkumandang. Kabid Ops Damkarmat Makassar Cakrawala menyebutkan bahwa total ada delapan unit kendaraan Dinas Pemadam dan Penyelamatan (Damkarmat) Makassar dikerahkan ke lokasi.

Hingga kini, Damkarmat Makassar masih menyiagakan armada damkar di sekitar kantor Kecamatan Tallo. Tujuannya adalah untuk mengantisipasi adanya bentrok susulan.

11 Keluarga Kehilangan Tempat Tinggal

Data yang diperoleh dari sumber kepolisian, tujuh petak rumah yang terbakar dihuni oleh 11 kepala keluarga. Mereka adalah, Mansur (52), Amir (50), Dg Nasir (45), Hamu Dg Jamal (45), Amir (70), Jabbar Asis (60), H Azis (60), Atong (40), perempuan Tima (30), Hasna (30) dan Jodah (50).

Aksi tawuran disebut terjadi sesuai pemakaman warga bernama Nursyam (40). Nursyam, adalah warga Sapiria yang terkena peluru senapan angin saat mencari anaknya di lokasi tawuran, sehari sebelumnya. Peluru yang mengenai bagian kepalanya, membuat nyawa Nursyam tak tertolong oleh Tim medis di rumah sakit.

Kasat Reskrim Polrestabes Makassar AKBP Devi Sujana mengatakan masih menyelidiki kasus tersebut. Ia menyebutkan bahwa penyebabnya masih didalami sampai sekarang. Ia juga mengaku belum bisa memastikan apakah rumah terbakar akibat disengaja atau tidak.

Untuk mencegah bentrok susulan antar warga, puluhan personel kepolisian dari Sektor Tallo, Polrestabes Makassar dan Brimob Polda Sulsel dikerahkan ke lokasi. Terkait penyebab tawuran hingga berujung pembakaran rumah yang diduga akibat adanya korban meninggal dunia pada tawuran sebelumnya, Devi juga mengaku sementara penyelidikan.

Korban meninggal pada peristiwa tawuran sebelumnya adalah Nursyam alias Cipas (40). Cipas merupakan warga Sapiria, yang dikabarkan terkena tembakan senapan angin saat mencari anaknya di lokasi tawuran.

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)
3/related/default